30.2 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

HUT ke-67 Maros, Bupati Soroti UHC, Investasi hingga Kopdes Merah Putih

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Maros ke-67 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan warisan sejarah daerah.

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan”, Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengatakan pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat Maros.

“Merawat tradisi, bukan sekadar menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur, tetapi juga melindungi kekayaan arkeologi dan bentang alam yang telah mengangkat nama Maros ke tingkat dunia melalui kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Potensi tersebut dinilai sebagai aset strategis yang harus dijaga sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Senin 6 Juli 2026.

Selain pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Maros juga terus memperkuat pelayanan publik. Bupati menegaskan komitmennya mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas tanpa terkendala biaya.

Baca juga:  Pulau Kapoposang Jadi Rumah Tiga Spesies Penyu Langka, Ribuan Tukik Dilepas Setiap Tahun

“Di sisi lain, semangat ‘menjemput kemajuan’ diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan di berbagai sektor. Bupati menegaskan komitmen pemerintah mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas tanpa terkendala biaya,” tambahnya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah terus menggenjot pembangunan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Perbaikan puluhan jaringan irigasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sementara pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta infrastruktur dasar lainnya terus dilaksanakan sesuai skala prioritas.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros mencapai 9,53 persen, menjadikannya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sulawesi Selatan.

Baca juga:  Mengenal Kampung Redam, Dorong Desa Sadar HAM dan Cegah Konflik Sosial yang Akan Dibentuk di Sulsel

Capaian itu melanjutkan tren positif setelah pada 2025 Kabupaten Maros menempati peringkat ketiga sebagai daerah dengan nilai investasi terbesar di Sulawesi Selatan, setelah Kota Makassar dan Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Bupati, meningkatnya investasi menjadi indikator kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Maros yang semakin baik. Kondisi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Pemkab Maros juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program prioritas nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden. Implementasinya diwujudkan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis serta percepatan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hingga saat ini sekitar 45 kopdes telah terbentuk, sementara lebih dari 50 kopdes lainnya masih dalam proses pembentukan untuk menjangkau seluruh 80 desa dan 23 kelurahan di Maros.

Baca juga:  Siskeudes Diakui PBB, Kemendagri Perluas Transaksi Nontunai di Desa

Selain itu, pemerintah daerah mulai membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan nelayan.

Menjawab harapan masyarakat terkait akses penyeberangan di wilayah Pakkere, Andi Syafril memastikan pembangunan jembatan telah memasuki tahap pelaksanaan. Setelah proses hibah lahan dari masyarakat difasilitasi pemerintah kecamatan, proyek kini memasuki tahapan administrasi dan tender sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Insyaallah pembangunan awal jembatan bisa segera dimulai. Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap berupaya memastikan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat terus berjalan,” ujarnya.

Melalui peringatan HUT ke-67 ini, Pemkab Maros berharap pembangunan yang dijalankan tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga warisan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Maros di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter : Kris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru