23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Barantin dan Kemendes PDT Perkuat Sinergi, Dorong Komoditas Desa Tembus Pasar Ekspor

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat sinergi untuk mendorong pengembangan ekonomi desa melalui peningkatan daya saing komoditas unggulan hingga menembus pasar internasional.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin keenam yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan desa memiliki peran strategis dalam rantai perdagangan nasional maupun global karena menjadi sumber utama berbagai komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan Indonesia.

“Badan Karantina Indonesia siap memastikan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan asal desa memenuhi standar kesehatan dan keamanan sehingga dapat diterima di pasar global,” ujarnya.

Baca juga:  Ombudsman Sulsel Fasilitasi Perbaikan Lampu Jalan di Desa Gattareng

Menurut Karding, penguatan layanan karantina hingga ke tingkat desa tidak hanya menjamin kualitas komoditas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan pembangunan desa harus terhubung dengan rantai ekonomi nasional dan internasional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Desa adalah pusat produksi dan sumber kekuatan ekonomi Indonesia. Ketika komoditas desa mampu masuk pasar ekspor, maka nilai ekonomi yang tercipta akan kembali kepada masyarakat desa,” katanya.

Kerja sama kedua lembaga tersebut didasarkan pada pandangan bahwa desa merupakan fondasi pembangunan nasional sekaligus penghasil utama berbagai komoditas unggulan Indonesia. Sebagian besar produk hewan, ikan, dan tumbuhan yang berpotensi ekspor berasal dari desa-desa di berbagai daerah, sehingga peningkatan kapasitas desa dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar global.

Baca juga:  BRIN Dukung Program Sehati dengan Teknologi untuk Wujudkan Desa Tangguh Iklim

Melalui kolaborasi ini, Barantin akan memastikan setiap komoditas yang diperdagangkan maupun diekspor memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan hayati, serta standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Di sisi lain, Kemendes PDT akan memperkuat pembangunan ekonomi desa melalui pengembangan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing produk unggulan desa.

Sebagai tindak lanjut, kedua institusi berencana menandatangani perjanjian kerja sama yang menjadi dasar pelaksanaan sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi pengembangan desa berbasis biosekuriti, fasilitasi sertifikasi dan ekspor komoditas unggulan desa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembentukan BUMDes Export Hub, serta integrasi sistem ketertelusuran (traceability) komoditas desa.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak produk unggulan desa yang mampu memenuhi standar perdagangan internasional sehingga dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Baca juga:  Kemendes Gandeng World Bank, Program SEHATI Siap Dukung Rp2,5 Miliar Per Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru