35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Dubes Kuwait Temui Mendes Yandri, Bahas Bantuan dan Pembangunan Desa Indonesia

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Menteri Desa (Mendes) Yandri Susanto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Kantor Kementerian Desa (Kemendes) Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama Indonesia dan Kuwait, khususnya dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Khalid Jassim mengatakan hubungan diplomatik Kuwait dan Indonesia telah terjalin sejak 1968. Menurutnya, hubungan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut perlu diperkuat melalui kerja sama resmi antarpemerintah kedua negara.

Ia juga menjelaskan adanya sejumlah lembaga dan organisasi swasta di Kuwait yang menghimpun dana masyarakat untuk disalurkan sebagai bantuan ke berbagai negara.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk membantu anak yatim, pembangunan pesantren dan masjid, hingga penyediaan perahu bagi nelayan agar dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup.

Baca juga:  Dari 173 Desa, Tinggal Tujuh Desa di Lutra Belum Terjangkau Sinyal Seluler

“Asosiasi-asosiasi Kuwait ini, kami menyumbangkannya ke berbagai wilayah terpisah-pisah di wilayah Indonesia. Karena Indonesia secara geografis sangat besar, maka kita sudah melakukan persoalan tersebut. Kami juga membangun desa, baik sekolah-sekolah masjid-masjid dan lain sebagainya tapi di desa-desa seperti di wilayah, Sumatera, Jawa dan wilayah-wilayah lainnya,” ujar Khalid Jassim.

Kuwait Sudah Salurkan Bantuan ke Desa

Menanggapi hal tersebut, Yandri mengapresiasi kontribusi Kuwait yang selama ini telah memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat desa di Indonesia.

Menurutnya, dukungan berupa pembangunan pesantren, fasilitas ibadah, hingga berbagai sarana lainnya telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sejumlah daerah.

Yandri kemudian memaparkan besarnya potensi pembangunan desa di Indonesia. Saat ini terdapat 75.266 desa yang memiliki karakteristik dan potensi berbeda-beda.

Dari jumlah tersebut, Kemendes PDT telah menyusun 12 aksi bangun desa yang mencakup berbagai program, antara lain Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), desa ekspor, dan desa wisata.

Baca juga:  Kemendes Gandeng World Bank, Program SEHATI Siap Dukung Rp2,5 Miliar Per Desa

Ia mengatakan kebutuhan pembangunan di desa masih cukup besar, tidak hanya terkait infrastruktur ekonomi, tetapi juga sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ada desa-desa tematik yang bertemakan ketahanan pangan, seperti desa ayam petelur, desa ayam pedaging, desa lele, desa nila dan lain sebagainya. Kami berharap ada kerja sama yang konkret, bagaimana kita membina desa di Indonesia, baik dari potensi desa dan sumber daya manusianya,” ujar Mendes Yandri.

Desa Jadi Fokus Pemerataan Ekonomi

Yandri menilai pembangunan desa memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai bagian dari Asta Cita ke-6 untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Baca juga:  DPRD Takalar Setujui Ranperda Pembentukan Desa Tarang Towaya, Selangkah Lagi Jadi Desa Definitif

Atas dasar itu, Yandri berharap hubungan Indonesia dan Kuwait dapat ditingkatkan melalui kerja sama resmi antarpemerintah. Ia juga membuka peluang bagi lembaga dan asosiasi dari Kuwait untuk berkolaborasi langsung dengan desa-desa di Indonesia.

Menurutnya, desa memiliki banyak peluang untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi, termasuk melalui pengembangan desa ekspor dan desa wisata.

“Biar masyarakat bisa sejahtera, di samping kita bangun masjid dan bangun sekolah. Jadi desa sekarang sangat menjadi primadona untuk kita kembangkan, maka kolaborasi dengan negara sahabat seperti Kuwait sangat kami nantikan,” ungkap Mendes Yandri.

Dalam pertemuan tersebut, Mendes Yandri didampingi Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Kemendes PDT Masyhudi, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, serta Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni dan Fahad At-Tamimi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru