35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Kebakaran Hebat Melanda Desa Adat Sade, Gubernur NTB Siapkan Langkah Pemulihan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, NTB – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam 22 Agustus 2026.

Musibah tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan pemerintah pusat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bahkan langsung menuju lokasi setelah baru tiba dari Nusa Tenggara Timur (NTT), tempatnya selama empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7.

Iqbal mendatangi Sade saat petugas pemadam kebakaran, TNI-Polri, dan masyarakat masih berjibaku memadamkan api.

Di tengah proses penanganan, ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu bangunan. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Material bangunan yang mayoritas menggunakan kayu, bambu, serta atap ilalang membuat kobaran api mudah membesar dan menyebar.

Petugas Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah dibantu TNI, Polri, warga, serta armada dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan untuk mengendalikan api.

Hingga tengah malam, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Ratusan Rumah Terdampak, Tak Ada Korban Jiwa

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana turut menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade.

Widiyanti bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran berdampak besar terhadap masyarakat karena ratusan rumah dilaporkan terdampak.

Baca juga:  PARDAS Angkatan V 2026 Perkuat Kompetensi Aparatur Pariwisata Nasional

Jumlah kerusakan masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran persnya.

Sejak awal kejadian, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang dapat segera diberikan kepada masyarakat terdampak.

Widiyanti juga menginstruksikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk terlibat dalam penanganan di lapangan.

Poltekpar Lombok diminta bersiap membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak. Bentuk bantuan lainnya juga akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menyiapkan dapur umum. Pelaksanaannya akan dilakukan secara terkoordinasi dan saat ini kami menunggu arahan Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penanganan yang sudah berjalan,” ujar Menpar Widiyanti.

Pengungsian dan Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas

Pemerintah Desa (Pemdes) Rambitan telah menyiapkan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah daerah (Pemda) bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan berbagai unsur lainnya juga melakukan evakuasi, pemadaman, penyediaan tempat sementara, hingga pembersihan material pascakebakaran.

Baca juga:  Dua Hari Demo BBM, Mahasiswa Bawa Motor Bertuliskan “Habis Bensin” ke Kantor Pertamina Sulawesi

Iqbal menegaskan penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Kebutuhan dasar masyarakat harus segera dipastikan, termasuk sandang, pangan, keamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.

Pendidikan anak-anak Sade juga menjadi perhatian pemerintah. Iqbal meminta agar kebakaran tidak sampai mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.

Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Bagi Kemenpar, kebakaran Sade memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding kerusakan fisik bangunan.

Kampung Adat Sade merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi, arsitektur, kerajinan, dan tata kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Karakter tersebut sekaligus menjadikan Sade sebagai salah satu ikon wisata budaya NTB dan Indonesia.

“Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Karena itu, duka masyarakat Sade juga menjadi duka kita bersama,” ujar Menpar.

Karena itu, pemerintah memastikan proses pemulihan nantinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah dan fasilitas yang terbakar.

Nilai budaya, kearifan lokal, serta autentisitas arsitektur tradisional Sasak harus tetap menjadi pertimbangan dalam proses rekonstruksi.

Baca juga:  Sekolah Negeri Bakal Gratis, Prabowo Tambah Layar Pintar di Ruang Kelas

Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk rencana pemulihan dan rekonstruksi kawasan.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Menpar, Widiyanti. Setelah masa tanggap darurat selesai, Kemenpar siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata di Kampung Adat Sade.

Pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat adat akan bersama-sama memastikan kawasan tersebut dapat kembali dibangun setelah kebakaran.

“Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” kata Menpar Widiyanti.

Kemenpar juga akan terus memantau perkembangan penanganan di Sade dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan serta arahan pemerintah daerah.

Kebakaran tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat Sade. Namun, pemerintah menegaskan proses pemulihan nantinya harus memastikan dua hal berjalan beriringan: kehidupan warga kembali pulih dan identitas budaya Sade tetap terjaga.

Sade bukan hanya deretan rumah yang terbakar. Di kawasan itu hidup tradisi dan warisan masyarakat Sasak yang telah bertahan lintas generasi. Karena itu, membangun kembali Sade berarti bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi juga menjaga jati diri kampung adat tersebut.

Reporter : Ivan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru