Desa Terkini, Makassar – Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.Med.Ed dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara).
Prof Budu ditunjuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk menggantikan Dr Andi Lukman. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 150/DST/M.A3/KP.10.00/2026 tertanggal 18 Agustus 2026.
LLDIKTI Wilayah IX membawahi perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Andi Lukman membenarkan pergantian tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026) pagi. Ia menyebut dirinya mendapat penugasan baru di Manado.
“Saya ditugaskan ke Manado, plt sekarang Prof Budi, calon rektor Unhas kemarin,” kata Andi Lukman.
Sementara itu, Andi Lukman akan mengemban tugas sebagai Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan, Umum dan Administrasi di Universitas Negeri Manado.
Andi Lukman menilai Prof Budu memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memimpin LLDIKTI Wilayah IX yang membawahi perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
“Ya saya kira beliau sangat paham universitas swasta. beliau ini salah satu majelis inti jadi saya senang sekali begitu beliau ditunjuk sebagai Plt,” tegas Andi Lukman.
Menurutnya, pengalaman dan pemahaman Prof Budu terhadap perkembangan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk menjalankan tugas di LLDIKTI Wilayah IX.
“Beliau sangat pahami perkembangan perguruan tinggi jadi teman-teman di Sulselbartra harus berbangga saat ini dipimpin prof Budu. Karena beliau sudah paham dan punya kapasitas luar biasa,” sambungnya.
Nama Prof Budu bukan sosok baru dalam dunia pendidikan tinggi maupun kesehatan. Ia dikenal sebagai dokter spesialis mata konsultan sekaligus akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Selain berkiprah di lingkungan kampus, Prof Budu saat ini dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat. Ia juga pernah menjadi Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), organisasi yang menaungi fakultas kedokteran di berbagai wilayah Indonesia.
Dokter Mata yang Aktif di Dunia Pendidikan
Prof Budu lahir di Baddo-Baddo, Desa Baji Mangngai, Kabupaten Maros, 31 Desember 1966.
Ia mengawali pendidikan di Maros sebelum melanjutkan sekolah menengah di SMP Batangase, Mandai, Maros, kemudian SMA Negeri 7 Makassar.
Pada 1985, Prof Budu diterima di Fakultas Kedokteran Unhas melalui jalur ujian tulis. Ia menyelesaikan pendidikan dokter pada 1993. Setelah lulus, ia menjalani pengabdian di pelayanan kesehatan primer selama tiga tahun, yakni 1993-1996.
Prof Budu kemudian melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran dan mengambil program doktoral di Toyama Medical and Pharmaceutical University, Jepang, pada 1998-2002.
Dari Jepang, ia meraih gelar Ph.D. Sementara gelar Master of Medical Education (M.Med.Ed.) diperolehnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2008.
Di bidang spesialisasi, Prof Budu merupakan dokter spesialis mata konsultan. Ia memperoleh gelar Konsultan Mata Khusus Vitreoretina dari Kolegium Oftalmologi Indonesia pada 2008.
Karier akademiknya kemudian mencapai jenjang profesor. Prof Budu dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Kesehatan Mata pada 2012.
Pernah Pimpin Fakultas Kedokteran hingga Pascasarjana Unhas
Prof Budu memiliki pengalaman panjang dalam manajemen perguruan tinggi.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Unhas periode 2010-2014. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar pada 2008-2012.
Pada 2014-2018, Prof Budu dipercaya sebagai Wakil Rektor Unhas Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kemitraan.
Setelah menyelesaikan masa tugas di tingkat universitas, ia kembali memimpin Fakultas Kedokteran Unhas sebagai dekan periode 2018-2022.
Kariernya berlanjut di Sekolah Pascasarjana Unhas. Prof Budu dipercaya menjadi dekan pada periode 2022-2026.
Dengan pengalaman tersebut, penunjukan Prof Budu sebagai Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX menambah rekam jejaknya dalam pengelolaan pendidikan tinggi, setelah sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Unhas.
Pernah Bertarung di Pilrek Unhas
Prof Budu juga sempat menjadi salah satu kandidat dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas periode 2022-2026 dan 2026-2030
Dalam dua kontestasi tersebut, ia menjadi salah satu penantang Prof Jamaluddin Jompa atau Prof JJ, kendati ia harus menerima kekalahan dalam dua kali pertarungan itu dari Prof JJ.
Aktif di Organisasi Profesi
Di luar kampus, Prof Budu juga aktif dalam organisasi profesi dan pendidikan kedokteran. Ia pernah menjabat Ketua Perdami Sulawesi Selatan pada 2012 sebelum kemudian dipercaya memimpin organisasi tersebut di tingkat nasional sebagai Ketua Umum Perdami Pusat.
Prof Budu juga pernah dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Selain itu, ia tercatat pernah terlibat sebagai anggota inti Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel.
Sejumlah posisi lain yang pernah diembannya antara lain anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bidang pendidikan tinggi pada 2010 dan anggota Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) pada 2016.
Tekuni Riset Penyakit Mata
Sebagai akademisi dan dokter spesialis mata, Prof Budu juga aktif dalam penelitian. Ia mendalami bidang genetika molekuler mata, termasuk penelitian mengenai mutasi gen yang berkaitan dengan penyakit retina seperti retinitis pigmentosa.
Sejumlah hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kiprahnya di bidang penelitian juga membawanya memperoleh sejumlah penghargaan.
Pada 2001, ia meraih penghargaan sebagai makalah pascasarjana terbaik dalam pertemuan tahunan Asosiasi Oftalmologi Jepang di Toyama, Jepang.
Ia juga memperoleh penghargaan makalah dokter spesialis mata terbaik kedua dalam pertemuan tahunan Ikatan Dokter Spesialis Mata Indonesia ke-XXXII di Jakarta pada 2007.
Penghargaan lainnya antara lain Riset Unggulan Terpadu (RUT) ke-X dari Kementerian Riset dan Teknologi pada 2003-2004 serta Medical Sciences and Technology Award pada 2006 hingga 2009.
Kini, pengalaman panjang Prof Budu di bidang kedokteran, pendidikan tinggi, penelitian, organisasi profesi, hingga manajemen perguruan tinggi menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya sebagai Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara.
Reporter : Andi Alfath


