Desa Terkini, Makassar – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) terus menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.
Apa Itu Kampung KB
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Kampung Keluarga Berkualitas (KB) merupakan satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan yang mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang menyeluruh.
Sebagai model pembangunan yang bersifat universal, Kampung KB diharapkan hadir di seluruh desa dan kelurahan sebagai wadah sinergi berbagai program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan stunting.
Saat ini, tercatat sebanyak 77.542 Kampung KB telah terbentuk di berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan nasional.
Di Sulawesi Selatan (Sulsel), komitmen penguatan Kampung KB kembali ditunjukkan melalui Penilaian Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2026. Berdasarkan surat Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Selatan Nomor 346/PD.05/J22/2026, sejumlah desa dan kelurahan berhasil meraih penghargaan atas keberhasilan menjalankan program tersebut.
Untuk kategori kabupaten, Kampung KB Tonasa di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati Kampung KB Maero di Desa Maero, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, sementara Juara III diraih Kampung KB Ceppaga di Desa Barugae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.
Sementara pada kategori kota, Juara I diraih Kampung KB Bonto Makkio di Kelurahan Bontomakkio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Juara II diraih Kampung KB Batara di Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, dan Juara III diraih Kampung KB Wirabuana di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Ketua dewan juri, Irvan Roberto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang telah berpartisipasi dalam penilaian tahun ini.
“Terima kasih kami ucapkan pada kabupaten/kota yang telah mengirimkan wakilnya. Bagi yang belum berhasil menjadi juara tahun ini, semoga di tahun depan bisa meraih prestasi dan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ujarnya.
Penilaian Kampung KB dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari ketersediaan data kependudukan yang valid, dukungan regulasi, sarana dan prasarana sekretariat, hingga efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Aspek lain yang turut dinilai meliputi forum musyawarah masyarakat, peningkatan peserta keluarga berencana, kontribusi terhadap penurunan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kelompok usaha, serta berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jeneponto, St. Meriam, menilai capaian yang diraih Kampung KB Maero menjadi bukti bahwa penguatan keluarga memerlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Kita bersyukur berada di peringkat kedua. Ini adalah bukti kerja nyata kolaborasi di lapangan. Harapan kami, ke depan kita bisa meraih yang terbaik. Pembinaan dan pengembangan Kampung KB ini harus terus berkelanjutan, tidak hanya di Maero, tetapi juga di desa-desa lainnya di Kabupaten Jeneponto,” katanya.
Keberhasilan berbagai Kampung KB di Sulsel menunjukkan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Melalui penguatan institusi keluarga, pemerintah berharap desa dan kelurahan mampu menjadi pusat tumbuhnya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.



