34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Gempa M6,2 Guncang Sulteng, Dirasakan di Palu hingga Tolitoli

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Parigi Moutong – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu 15 Agustus 2026 malam.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 23.25.19 WIB dengan kedalaman 60 kilometer.

Pusat gempa berada di koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 120,25 derajat Bujur Timur. Episenter tersebut terletak di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan.

“Ditinjau dari posisi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu 16 Agustus 2026.

Baca juga:  Gempa NTT Berdampak ke Selayar, 13 Rumah Rusak dan 3 Perahu Hancur, Ratusan Mengungsi

Sementara itu, analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Getaran dengan intensitas V Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk hingga menyebabkan sebagian orang terbangun, tercatat di Tinombo dan Parigi Moutong serta Dampelas, Donggala.

Intensitas IV MMI, yakni getaran yang pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dilaporkan terjadi di Kota Parigi, Kota Donggala, Kota Tolitoli, dan Kota Palu.

Sementara itu, intensitas III MMI yang ditandai dengan getaran nyata di dalam rumah dan terasa seperti kendaraan berat melintas dirasakan di wilayah Sigi Biromaru.

Baca juga:  Listrik Desa Dipercepat, PLN Gandeng Pemerintah dan Kejaksaan Kawal Anggaran Rp10,3 Triliun

Hingga pukul 23.30.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut serta memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan lebih lanjut untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat guncangan gempa demi menghindari potensi bahaya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi terkait gempa hanya melalui kanal resmi yang telah terverifikasi, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta sistem WRS-BMKG.

Baca juga:  Kemenhub Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Usai Investigasi KNKT

Informasi yang dihimpun, seorang warga meninggal akibat serangan jantung imbas gempa bumi ini. Korban bernama Wiwi Putri (29). Yang bersangkutan sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan nyawanya sudah tidak bisa tertolong.

Reporter : Regent Aprianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru