35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Kalla Institute Perkuat Daya Saing Industri Sambusa di Pangkep Melalui Transformasi Digital

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Pangkep – Kalla Institute menginisiasi program pemberdayaan bagi pelaku Industri Rumah Tangga (IRT) sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan transformasi pemasaran digital.

Program ini ditujukan untuk memperkuat daya saing usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.

Program bertajuk “Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif” tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang memperoleh dukungan pendanaan dari Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.

Melalui kegiatan tersebut, tim dosen Kalla Institute mendampingi Kelompok Industri Rumah Tangga Mutabikh Maryama dalam meningkatkan produktivitas usaha, memperbaiki tata kelola bisnis, serta memperkuat strategi pemasaran berbasis digital.

Baca juga:  FH Unhas dan UNODC Bahas Kolaborasi Penegakan Hukum hingga Kejahatan Transnasional

Sebanyak 15 peserta mengikuti program ini, terdiri atas pengurus dan anggota Kelompok IRT Mutabikh Maryama, pelaku usaha sambusa, mahasiswa pendamping, serta tim pelaksana.

Mereka memperoleh berbagai materi, mulai dari peningkatan efisiensi proses produksi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan usaha, pengembangan identitas merek, inovasi kemasan, hingga strategi pemasaran digital.

Ketua Tim Pengabdian Kalla Institute, Mardiatul Jannah, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan daya saing melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan platform digital.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku industri rumah tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Kami berharap pendampingan ini memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Kalla Logistics Tingkatkan Kompetensi Driver Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Rutin

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi dan sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan workshop, demonstrasi penggunaan peralatan produksi, pelatihan praktik, pemasangan peralatan, pendampingan usaha, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan SOP sebagai pedoman proses produksi.

Melalui pendampingan tersebut, kapasitas produksi sambusa ditargetkan meningkat hingga mencapai 1.000 sampai 1.500 potong per hari.

Selain itu, penggunaan peralatan modern dan sistem pengelolaan stok bahan baku berbasis digital diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi hingga 50 persen.

Pada aspek manajemen usaha, peserta didorong menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertata, memperkuat sistem operasional melalui penyusunan SOP, serta meningkatkan pengelolaan rantai pasok.

Sementara itu, di bidang pemasaran, program difokuskan pada penguatan identitas merek melalui rebranding, penggunaan kemasan food grade yang lebih menarik, pengelolaan media sosial bisnis secara aktif, serta optimalisasi pemasaran digital dengan target meraih sedikitnya 500 pengikut media sosial dan meningkatkan penjualan digital hingga 30 persen.

Baca juga:  Poltekpar Makassar Keio University Jepang Teken Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Riset Mahasiswa

Tim pelaksana program dipimpin oleh Mardiatul Jannah dengan anggota Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia.

Program ini juga melibatkan mahasiswa Kalla Institute sebagai pendamping lapangan selama proses pemberdayaan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Kalla Institute berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi model pengembangan industri rumah tangga berbasis teknologi dan inovasi.

Selain meningkatkan produktivitas usaha, program tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM, memperluas akses pasar produk lokal, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru