Desa Terkini, Jakarta – Telkomsel terus memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional dengan mengoperasikan sekitar 301 ribu Base Transceiver Station (BTS) hingga akhir Juni 2026.
Pengembangan jaringan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan digital.
Dari total infrastruktur yang dimiliki, sekitar 246 ribu merupakan BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Seiring dengan penguatan jaringan tersebut, konsumsi data pelanggan juga terus meningkat.
Selama Semester I 2026, trafik data mencapai 11,8 juta terabyte atau tumbuh 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet untuk mendukung aktivitas bekerja, belajar, hiburan, hingga operasional bisnis.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan perusahaan terus mengarahkan investasi pada penguatan kualitas jaringan agar mampu memberikan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan.
“Untuk menjaga kualitas pengalaman pelanggan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS, yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, stabil, dan responsif, sekaligus memastikan investasi mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Agustus 2026.
Penguatan infrastruktur tersebut turut menopang kinerja bisnis perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan.
EBITDA meningkat 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun dengan margin mencapai 46,9 persen, sementara laba bersih naik 8,3 persen menjadi Rp10,4 triliun.
Kontribusi terbesar masih berasal dari bisnis seluler yang menghasilkan pendapatan Rp42,8 triliun.
Di sisi lain, bisnis digital mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan kenaikan 11 persen menjadi Rp40,8 triliun, menunjukkan semakin besarnya peran layanan digital dalam menopang pendapatan perusahaan.
Strategi penyederhanaan produk dan penyediaan paket yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan juga mendorong pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) mobile meningkat 9 persen menjadi Rp45.600 dengan jumlah pelanggan mencapai 153,5 juta.
Pada layanan fixed broadband, Telkomsel mencatatkan 9,5 juta pelanggan dengan tingkat penetrasi konvergensi sebesar 65 persen.
Pendapatan rata-rata per pelanggan pada segmen tersebut juga meningkat 3,4 persen menjadi Rp210.800.
Menurut Nugroho, pengembangan jaringan bukan hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga memastikan transformasi digital dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” tutupnya.



