23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

BRIN Dukung Program Sehati dengan Teknologi untuk Wujudkan Desa Tangguh Iklim

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan dukungannya terhadap Program Sehati (Desa Sehat dan Tangguh Iklim) yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Dukungan tersebut diwujudkan melalui penerapan teknologi tepat guna dan teknologi maju untuk memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi perubahan iklim.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria, saat menghadiri kick off Program Sehati di Desa Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (30/6/2026).

Arif mengatakan BRIN akan mengoptimalkan dua pendekatan teknologi sekaligus, yakni teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat desa serta teknologi berbasis inovasi terkini untuk memperkuat kemandirian desa.

“Teknologi tepat guna penting untuk bisa mengembangkan pertanian dan ekonomi desa. Di saat yang sama ada teknologi maju, dengan pendekatan dengan teknologi yang yang terkini, sangat diperlukan untuk mengembangkan kekuatan kemandirian desa,” kata Arif kepada awak media.

Baca juga:  Tiga Rekomendasi APDESI Merah Putih untuk Prabowo: HGU Desa, Dana Sawah, hingga Reforma Agraria

Salah satu penerapan teknologi tersebut, lanjutnya, adalah konsep Smart Farming atau pertanian cerdas yang memanfaatkan teknologi satelit dan drone. Inovasi tersebut dinilai mampu membantu petani melakukan pengelolaan lahan secara lebih presisi sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.

Selain mendukung sektor pertanian, BRIN juga mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan agar mampu menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena dimanapun di dunia ini, desa selalu menjadi pondasi untuk pembangunan ekonomi. Jadi industrialisasi akan bisa sukses kalau desa kuat. Kalau desa tidak kuat, jangan berharap industrialisasi itu akan berhasil,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menilai salah satu tantangan terbesar di kawasan pedesaan adalah pengelolaan sampah yang masih dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.

Baca juga:  Program Desa Cinta Statistik Hadir di Bulukumba, Dorong Pembangunan Berbasis Data

Melalui Program Sehati, Kemendes PDT menggandeng BRIN untuk menghadirkan berbagai inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan limbah di desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa bebas sampah.

“Karena sampah di desa itu, karena mungkin kebiasaan, warga desa itu membuang sampah sembarangan. Nah ini mau kita lakukan pemberdayaan. Kita tadi minta kepada Kepala BRIN untuk melakukan supervisi,” kata Yandri.

Peluncuran Program Sehati di Desa Cikande diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para camat se-Kabupaten Serang. Dalam pelaksanaannya, Kemendes PDT juga menerapkan kolaborasi pentahelix yang diperluas menjadi pendekatan oktahelix dengan melibatkan delapan pemangku kepentingan strategis guna memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Baca juga:  BRIN Tawarkan Konsep Desa Inovasi, Pembangunan Tak Lagi Bertumpu pada Infrastruktur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru