Desa Terkini, Selayar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengalokasikan subsidi Rp3 miliar untuk mempertahankan layanan penerbangan di Bandara H. Aroepala selama Oktober hingga Desember 2026.
Dukungan tersebut diberikan setelah subsidi penerbangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp19 miliar untuk periode Januari-September 2026 berakhir.
Pemkab Kepulauan Selayar melanjutkan kerja sama dengan PT Surya Mataram Nusantara (FLY Jaya) untuk memastikan layanan penerbangan di Bandara H. Aroepala tetap berjalan hingga akhir tahun.
Kesepakatan perpanjangan kerja sama tersebut ditandatangani di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis 17 September 2026.
Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali mengatakan keberlanjutan penerbangan menjadi kebutuhan penting bagi daerah kepulauan. Selain mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pemerintahan, konektivitas udara dinilai berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata.
“Selayar memiliki potensi wisata bahari yang besar, termasuk Taman Nasional Takabonerate. Potensi ini perlu didukung konektivitas yang memadai agar semakin mudah diakses wisatawan,” kata Natsir Ali.
Menurut Natsir, keberlanjutan penerbangan diharapkan memperluas akses wisatawan menuju Selayar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin pariwisata tidak hanya menjadi potensi, tetapi memberikan dampak ekonomi secara menyeluruh bagi masyarakat. Karena itu, konektivitas menjadi salah satu hal yang terus kita perjuangkan,” ujarnya.
Sementara itu, PT Surya Mataram Nusantara (FLY Jaya) mengapresiasi keputusan Pemkab Kepulauan Selayar untuk melanjutkan dukungan terhadap layanan penerbangan.
Perusahaan menyatakan akan mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan selama masa kerja sama berlangsung.
Dengan tambahan subsidi Rp3 miliar tersebut, layanan penerbangan di Bandara H. Aroepala ditargetkan tetap tersedia hingga Desember 2026. Pemerintah daerah berharap konektivitas udara tersebut dapat menunjang mobilitas masyarakat, pemerintahan, kegiatan ekonomi, dan akses menuju destinasi wisata di Kepulauan Selayar.


