34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

PLN Ungkap Penyebab Listrik Makassar Padam Bergilir, Ada Kekurangan 125 MW

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta PT PLN (Persero) memberikan kepastian terkait berakhirnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Makassar sejak Senin 31 Agustus 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Munafri saat bertemu manajemen PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) di Balai Kota Makassar, Selasa 1 September 2026.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah hadir bersama jajaran untuk menjelaskan kondisi sistem kelistrikan sekaligus langkah yang tengah dilakukan untuk mengatasi gangguan pasokan listrik.

Munafri mengatakan pemadaman yang berlangsung berjam-jam telah menimbulkan keluhan dari masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

“Pemadaman bergilir dilakukan PLN di Kota Makassar sejak Senin sore hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang,” ujar Munafri di Balai Kota Makassar.

Baca juga:  Viral! Gubernur Andi Sudirman Jelaskan Maksud Pernyataan “Semakin Tanam Pisang, Semakin Tidak Saya Kerja”

Appi minta PLN beri kepastian

Politikus yang akrab disapa Appi itu menekankan pentingnya kepastian mengenai kapan gangguan pasokan listrik dapat diselesaikan. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, siap membantu melakukan koordinasi apabila terdapat kendala teknis di lapangan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

“Kami dari pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama. Perlu ada kepastian,” tegasnya.

Selain meminta percepatan penanganan, Munafri juga menilai sistem kelistrikan perlu didukung sumber energi yang lebih beragam dan optimal. Menurutnya, diversifikasi tersebut penting untuk mengurangi kerentanan sistem ketika salah satu sumber pasokan mengalami gangguan atau terjadi penurunan debit air.

PLN ungkap pasokan berkurang 125 MW

PLN menjelaskan pemadaman bergilir terjadi karena berkurangnya pasokan listrik yang masuk ke sistem interkoneksi Sulselrabar.

Baca juga:  Andi Sudirman Usul Program Listrik Desa untuk Puluhan Ribu KK di Wilayah Terpencil

Edyansyah mengatakan kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi proses pemeliharaan pembangkit di PLTU yang berada di IPP Jeneponto dengan kapasitas 125 Megawatt (MW).

“Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 Megawatt (MW) yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” ungkapnya.

Gangguan pasokan tersebut semakin memberi tekanan terhadap sistem kelistrikan Sulselrabar yang sebelumnya telah menghadapi dampak iklim El Nino sejak Juni.

PLN menyebut secara keseluruhan terdapat sekitar 300 MW kapasitas pembangkit di PLTU Jeneponto yang masih dalam proses pemulihan secara bertahap.

PLN target listrik pulih 5 September

PLN memastikan pemulihan pembangkit terus dikebut untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus mengurangi dampak pemadaman kepada masyarakat.

Baca juga:  Komisi D DPRD Sulsel Tagih Kompensasi PLN UID Sulselrabar untuk Warga Terdampak Pemadaman Listrik

Untuk kapasitas 125 MW yang saat ini tengah dalam proses pemulihan, PLN menargetkan pembangkit tersebut kembali beroperasi pada 5 September 2026.

Meski demikian, Edyansyah menyebut proses pemulihan berpeluang selesai lebih cepat dari target tersebut.

“Untuk 125 Megawatt akan pulih di tanggal 5 (September 2026). Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” kata Edyansyah.

PLN juga meminta masyarakat Makassar tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung. Edyansyah berharap perbaikan pembangkit berjalan lancar sehingga pasokan listrik dapat kembali normal lebih cepat.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru