Desa Terkini, Makassar – Realisasi penyaluran Dana Desa di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga akhir Maret 2026 masih berada pada angka 8,82 persen dari total pagu yang tersedia.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sulsel, Dana Desa yang telah tersalurkan mencapai Rp151,85 miliar dari total alokasi Rp1,72 triliun.
Meski serapannya masih di bawah 10 persen pada triwulan pertama tahun ini, dana tersebut telah diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.
Di antaranya penguatan ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting, Program Kampung Iklim (Proklim), hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Penyaluran Dana Desa merupakan bagian dari Transfer ke Daerah (TKD) yang hingga 31 Maret 2026 telah terealisasi sebesar Rp8,05 triliun atau 30,07 persen dari total pagu. Dana tersebut disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan guna mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.
Kehadiran Dana Desa dinilai semakin penting di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat. Selain memperkuat pelayanan dasar di pedesaan, anggaran tersebut juga menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Data Kemenkeu juga menunjukkan bahwa hingga akhir Maret 2026, realisasi Belanja Negara di Sulsel mencapai Rp12,76 triliun. Angka tersebut tumbuh 9,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan negara, penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp2,34 triliun atau 16,31 persen dari target tahunan Rp14,37 triliun. Sementara penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp52,43 miliar atau 14,04 persen dari target yang ditetapkan.
Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp956,83 miliar atau 26,03 persen dari target Rp3,68 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari PNBP Badan Layanan Umum (BLU) yang mencapai Rp648,43 miliar.
Di sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp4,71 triliun atau 18,96 persen dari pagu. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, serta berbagai program pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Selain Dana Desa, Transfer ke Daerah juga didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) yang mencapai Rp5,81 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sebesar Rp2,02 triliun.
Sejumlah program pemerintah yang didukung APBN juga telah berjalan di Sulsel. Di antaranya penyaluran program Makan Bergizi Gratis kepada sekitar 1,98 juta penerima manfaat, penguatan lebih dari 1.200 koperasi aktif, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp4,22 triliun, hingga pembiayaan 3.198 unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai Rp399,55 miliar.
Meski realisasi Dana Desa pada triwulan pertama masih relatif rendah, pemerintah berharap penyaluran akan terus meningkat pada kuartal-kuartal berikutnya sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan desa, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup warga di Sulsel.



