34 C
Makassar
Jumat, September 18, 2026

Gempa M 7,7 NTT Bikin Sejumlah Penerbangan Batal, Kapal PELNI Ubah Dermaga

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026 turut berdampak pada aktivitas transportasi udara dan laut.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju wilayah NTT dibatalkan, sementara operasional kapal laut tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal.

Di sektor penerbangan, sedikitnya delapan penerbangan Wings Air dari dan menuju NTT terdampak pembatalan. Rute yang dibatalkan antara lain Kupang-Ende, Ende-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Ende, serta Ende-Kupang.

Pembatalan tersebut mencakup penerbangan IW1831, IW1952, IW1953, IW1830, IW1957 dan IW1956 dengan jadwal keberangkatan yang tersebar sejak pagi hingga siang hari.

Dari Bandara Internasional El Tari Kupang, dua penerbangan Wings Air menuju Ende, yakni IW1831 dan IW1957, dipastikan batal. Sebanyak 126 penumpang terdampak langsung akibat pembatalan dua penerbangan tersebut.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan keputusan pembatalan merupakan kewenangan maskapai dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan.

“Keputusan pembatalan penerbangan merupakan kewenangan maskapai dengan mempertimbangkan kondisi operasional serta aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Teguh.

Wings Air memberikan fasilitas pengembalian dana tiket secara penuh kepada penumpang yang terdampak pembatalan akibat bencana alam tersebut.

Meski sejumlah penerbangan dibatalkan, Bandara Internasional El Tari Kupang tetap beroperasi normal. Fasilitas, peralatan utama, maupun fasilitas pendukung penerbangan di bandara tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Baca juga:  Antrean BBM Mengular di Sulsel, Pemprov Minta Pertamina Terapkan Ganjil-Genap

Pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah bandara di NTT, termasuk Ende, Ruteng dan Bajawa. Sementara bandara di Larantuka, Lembata, Tambolaka, Alor, Maumere dan Labuan Bajo dilaporkan masih beroperasi normal.

Kondisi berbeda terjadi pada sejumlah rute dari Bali. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan penerbangan dari Bali menuju sejumlah bandara di NTT masih berjalan seperti biasa.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan belum ada pembatalan penerbangan dari dan menuju bandara di NTT yang dilayani dari Bali.

“Operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berjalan secara normal dan optimal. Hingga saat ini, layanan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di wilayah NTT beroperasi secara normal, serta tidak terdapat pembatalan penerbangan,” jelas Sandi.

Bandara Ngurah Rai melayani penerbangan menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo dan Bandara Tambolaka. Pada Sabtu, terdapat sembilan penerbangan menuju Labuan Bajo dan tiga penerbangan menuju Tambolaka yang tetap beroperasi.

Dari Sulawesi Selatan, operasional penerbangan menuju NTT melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga masih berlangsung normal.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Ruly Artha, mengatakan hingga Sabtu tidak terdapat gangguan operasional maupun perubahan jadwal penerbangan akibat gempa.

Baca juga:  GMTD Kirim Beras hingga Popok Bayi untuk Korban Gempa NTT

“Sampai dengan saat ini tidak ada kendala operasional sama sekali di tempat kami. Seluruh penerbangan berjalan sesuai dengan schedule yang ada dan seluruh penumpang terbang sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Ruly.

Menurutnya, penerbangan dari Makassar menuju Kupang tidak menggunakan rute langsung sehingga penumpang harus transit di bandara lain, salah satunya melalui Lombok. Meski demikian, penerbangan dari Makassar menuju bandara transit juga belum terdampak.

Di sektor transportasi laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan pelayaran dari dan menuju Pelabuhan Maumere tetap berjalan. Namun, perusahaan melakukan penyesuaian operasional menyusul dampak gempa terhadap sejumlah fasilitas pelabuhan.

Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan keselamatan penumpang, awak kapal dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional menjadi prioritas perusahaan.

“Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT. PELNI akan memastikan operasional kapal tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, dan secara intensif berkoordinasi dengan otoritas kepelabuhanan dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujar Budi.

Salah satu penyesuaian dilakukan di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Kapal PELNI yang melakukan kegiatan sandar untuk sementara akan menggunakan Dermaga 2, menggantikan Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi lokasi sandar.

Sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan tersebut turut terdampak gempa. PELNI bersama pengelola pelabuhan dan otoritas terkait masih melakukan pemeriksaan serta penyesuaian pelayanan.

Baca juga:  Gempa NTT Berdampak ke Selayar, 13 Rumah Rusak dan 3 Perahu Hancur, Ratusan Mengungsi

Tangga darat yang terjatuh ke laut juga akan dievakuasi agar tidak mengganggu keselamatan maupun aktivitas kapal.

Bagi penumpang yang terdampak gempa dan memilih membatalkan perjalanan, PELNI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen. Kebijakan tersebut diberikan karena kondisi gempa dikategorikan sebagai keadaan kahar atau force majeure.

Pengembalian dana ditargetkan diproses paling lambat dua hari setelah jadwal keberangkatan.

Gempa M 7,7 tersebut sebelumnya memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman dangkal, sekitar 10-15 kilometer dari permukaan.

Pusat gempa berada sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Peringatan dini tsunami kemudian berakhir. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengimbau warga untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa karena masih berisiko roboh apabila terjadi guncangan susulan.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas transportasi di NTT belum sepenuhnya terganggu. Sejumlah bandara dan pelayaran tetap beroperasi, sementara penyesuaian dilakukan pada titik-titik yang terdampak langsung untuk menjaga keselamatan pengguna jasa.

Reporter : Ivan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru