31.4 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Kemenhub Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Usai Investigasi KNKT

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Surabaya – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah proses investigasi penyebab kebakaran kapal yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) rampung.

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden kebakaran yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sekaligus menyoroti riwayat kapal yang disebut telah dua kali mengalami kebakaran.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum akan mengambil kesimpulan sebelum hasil investigasi KNKT diterbitkan.

Menurutnya, temuan investigasi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan maupun evaluasi terhadap perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tersebut.

“Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi lesson learned buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” ujar Dudy di Surabaya, Senin 3 Agustus 2026 dini hari.

Selain menyiapkan evaluasi terhadap operator, Kemenhub masih memfokuskan perhatian pada proses pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi.

Baca juga:  Zulhas Sebut Pengelolaan Kopdes Diserahkan ke Desa Setelah Dua Tahun

Langkah ini dilakukan karena hingga kini masih terdapat kapal penyelamat yang belum seluruhnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak sehingga proses verifikasi data penumpang belum selesai.

Dudy menjelaskan, selisih antara data manifes dan kondisi di lapangan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk adanya calon penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa dilakukan pembaruan data manifes.

Di sisi lain, petugas juga menemukan sedikitnya lima anak yang tidak tercantum dalam daftar manifes.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggara pelayaran karena berkaitan dengan aspek keselamatan dan perlindungan penumpang.

Menurutnya, pencatatan seluruh penumpang secara akurat sangat penting untuk memastikan hak korban apabila terjadi kecelakaan, sekaligus menjamin ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung yang sesuai untuk anak-anak.

Kemenhub menegaskan proses pencocokan manifes masih terus berlangsung hingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat dipastikan telah teridentifikasi.

Baca juga:  Darije Kalezic Kembali ke PSM, Mengaku Terpanggil Selamatkan Juku Eja dari Masa Sulit

Dalam penanganan insiden tersebut, Kemenhub juga mengerahkan armada patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan berbagai instansi terkait guna mempercepat proses penyelamatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, mengatakan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat dan selamat.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal,” katanya.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di perairan utara Sumenep.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kemenhub sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.

Sebagai respons awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan pelayaran.

Baca juga:  Pangkas Peran Tengkulak, Pemerintah Jadikan Kopdes Merah Putih Off-Taker Hasil Produksi

KPLP kemudian mengerahkan KN Grantin P.211, sementara Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

Masyhud menjelaskan kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal pertama yang menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa II.

Namun kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi karena tengah mengangkut muatan berbahaya, sehingga proses penyelamatan dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dengan dukungan berbagai unsur SAR gabungan dan kapal niaga. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan KNKT.

Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi hingga Minggu 2 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat, lima orang meninggal dunia, sementara proses pendataan dan pencarian korban lainnya masih terus dilakukan.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru