34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Gubernur Lemhanas Ingatkan Maba Pascasarjana Unhas, SDM Unggul Tak Cukup Kuasai Teknis

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Dr Ace Hasan Syadzily mengingatkan 3.186 mahasiswa baru pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) agar tidak hanya menjadi sumber daya manusia (SDM) yang menguasai kemampuan teknis.

Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat menyambut mahasiswa baru jenjang magister dan doktor Unhas di Baruga Andi Pettarani, Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 13 Agustus 2026.

Di hadapan ribuan mahasiswa yang memenuhi lantai satu dan dua Baruga Andi Pettarani, Ace menekankan pentingnya membangun SDM yang memiliki kemampuan akademik dan teknokratik sekaligus karakter kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, perubahan geopolitik global yang ditandai persaingan antarnegara membuat Indonesia membutuhkan SDM yang mampu memahami posisi bangsa sekaligus mengelola berbagai potensi yang dimiliki.

“Dunia Pendidikan selain mencetak peserta didik memiliki kemampuan teknokratik, saya katakana penting bentuk karakter kebangsaan di tengah situasi geopolitik global ditandai persaingan antar negara, maka Pendidikan penting menyadari bagaimana posisi Indonesia di tengah dinamika global. Kita butuh SDM unggul untuk dapat membentuk dan mengelola sumber daya alam kita,” ujar Ace Hasan Syadzily.

Ace mengatakan pendidikan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang terampil menjalankan pekerjaan teknis.

Baca juga:  Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao? Ini Profil dan Perjalanannya

Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan membaca perubahan dunia, memahami kepentingan nasional, serta melihat tantangan yang dihadapi Indonesia dalam persaingan global.

“Saya sampaikan tadi pentingnya memahami geopolitik global dan penguatan SDM unggul sebagai prasyarat kemajuan bangsa,” jelasnya.

Ia menilai kemampuan tersebut semakin penting bagi mahasiswa pascasarjana karena mereka dipersiapkan untuk memiliki kapasitas akademik dan keahlian yang lebih tinggi.

Ace berharap pendidikan yang ditempuh tidak berhenti pada pencapaian gelar maupun penguasaan teori, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Unhas Jangan Hanya Cetak Tenaga Profesional

Ace juga menyoroti posisi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi strategis di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, posisi tersebut membuat Unhas memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan SDM yang mampu mengelola kekayaan alam di kawasan Indonesia Timur.

Kekayaan tersebut mencakup sektor pertanian, kelautan, pangan, energi hingga berbagai sumber daya lainnya.

Karena itu, lulusan Unhas diharapkan tidak berhenti sebagai tenaga profesional yang bekerja sesuai bidang keahliannya.

Mereka didorong menjadi penggerak pembangunan yang mampu mengubah potensi sumber daya alam menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

Baca juga:  Peduli Gempa NTT, UIM Al-Gazali Salurkan Santunan di Momentum Wisuda 600 Mahasiswa

“Unhas memiliki peran strategis karena kita tau bahwa sebagai universitas di Kawasan Indonesia Timur, penyediaan SDM unggul dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia Timur tentu Unhas sangat penting dan strategis mencetak SDM Indonesia timur yang bisa memanfaatkan kekayaan alam kita dengan bagaimana mendukung hilirisasi di sektor pertanian, kelautan, pangan, energi dan lainnya. Kita harap lulusan akan jadi pioneer kemajuan bangsa,” sambungnya.

Menurut Ace, kebutuhan terhadap SDM berkualitas semakin besar seiring dengan agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Mahasiswa pascasarjana, kata dia, memiliki peluang untuk mengambil peran melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, hingga penyusunan solusi terhadap persoalan pembangunan.

Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2045

Ace juga mengaitkan penguatan kualitas SDM dengan momentum bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia.

Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif yang besar harus diikuti dengan peningkatan kualitas manusia.

Bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan bagi negara apabila tidak dikelola melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM.

“Harapan kita semua agar mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya kita bisa wujudkan jika mengelola SDM hari ini sebagai pemanfaatan bonus demografi bangsa kita,” jelasnya.

Baca juga:  Prof Farida Kembali Dilantik Jadi Warek Unhas Meski Masih Menjabat Plt Rektor UNM

Ia berharap mahasiswa baru pascasarjana Unhas dapat menggunakan masa pendidikan sebagai ruang untuk memperluas wawasan, tidak hanya dalam bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga terhadap persoalan nasional dan perkembangan global.

Sebanyak 3.186 mahasiswa baru pascasarjana Unhas tersebut sebelumnya disambut langsung Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.

Turut hadir Wakil Rektor I Unhas Prof Muhammad Ruslin, Wakil Rektor II Prof Subehan, dan Wakil Rektor IV Prof Suharman.

Para mahasiswa tampak mengenakan kemeja putih, celana kain hitam dan almamater merah. Sebagian mahasiswa juga mengabadikan momen pertama mereka sebagai bagian dari civitas academica Unhas.

Sementara itu, Unhas juga tengah menjalankan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa jenjang sarjana.

Tahapan tersebut saat ini berlangsung pada tingkat program studi masing-masing.

Setelah rangkaian PKKMB, Unhas akan menggelar “Unhas Day” pada 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian resmi penutupan PKKMB Unhas yang dikemas dalam bentuk perayaan sekaligus pameran untuk memperkenalkan puluhan unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan lembaga kemahasiswaan tingkat universitas.

Setelah seluruh rangkaian pengenalan dan penyambutan mahasiswa baru selesai, perkuliahan perdana tahun akademik 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada Selasa (18/8/2026).

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru