23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Flash Charging dan Dual Mode Jadi Senjata Baru BYD Haka Auto Gaet Calon Pengguna

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Dua persoalan yang selama ini menjadi pertimbangan masyarakat untuk beralih ke mobil listrik, yakni keterbatasan jarak tempuh dan lamanya waktu pengisian daya, diyakini akan segera terjawab melalui inovasi terbaru yang dibawa BYD bersama Haka Auto.

CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin mengatakan, pihaknya menghadirkan teknologi Dual Mode untuk memberikan rasa aman saat melakukan perjalanan jarak jauh, sekaligus bersiap menghadirkan teknologi Flash Charging yang mampu memangkas waktu pengisian daya hingga hanya beberapa menit.

Menurutnya, Dual Mode dirancang untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota.

“Kami launching dual mode untuk menjawab kegelisahan masyarakat kalau mau perjalanan yang jauh seperti Makassar-Palopo pulang balik dan khawatir kalau pakai full listrik,” ujar Hariyadi saat Press Conference – Driving the Future with Haka Auto di Atrium TSM Makassar, Minggu 26 Juli 2026.

Baca juga:  Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, Haka Auto Terus Ekspansi Dealer dan Rekrut SDM

Ia menilai teknologi tersebut menjadi solusi transisi bagi masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik atau EV, terutama bagi pengguna yang masih mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di berbagai daerah.

Selain menghadirkan Dual Mode, BYD juga telah mengembangkan teknologi Flash Charging yang diklaim akan menjadi lompatan baru dalam industri kendaraan listrik.

Hariyadi yang juga lulusan teknik industri Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, teknologi tersebut merupakan pengembangan baterai generasi kedua BYD yang akan menggantikan teknologi sebelumnya.

“Baterai generasi pertama akan diganti dengan baterai generasi kedua, yakni Flash Charging,” katanya.

Teknologi itu telah diluncurkan di China dan dipastikan akan dibawa ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Kita akan menghadirkan Flash Charging. Teknologi ini sudah diluncurkan di China,” tegasnya.

Dengan teknologi terbaru tersebut, pengalaman mengisi daya kendaraan listrik disebut akan semakin praktis karena hampir setara dengan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

Baca juga:  Bupati Gowa Dipanggil Ulang Pansus Hak Angket pada 14 Juli

“Ini akan seperti isi bensin dengan sistem drive thru,” kata Hariyadi.

Ia mengungkapkan, teknologi Flash Charging mampu mengisi baterai kendaraan dari kapasitas 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan hingga sepuluh menit.

“Hanya membutuhkan waktu sembilan hingga sepuluh menit dari kapasitas 10 persen hingga 97 persen,” bebernya.

Tak hanya itu, teknologi tersebut juga mampu mengisi daya dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit berkat sistem pengisian berdaya sangat tinggi yang mencapai 1.000 hingga 1.500 kW atau kelas megawatt charging.

Sebagai perbandingan, pengisian menggunakan DC Fast Charging yang tersedia saat ini umumnya masih memerlukan waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengisi daya baterai dari sekitar 10 persen hingga 80 persen, bergantung pada kapasitas baterai kendaraan dan daya keluaran SPKLU.

Baca juga:  BYD Buka Lebih dari 9.000 Loker, Ekspansi EV Makin Agresif

Hariyadi meyakini kehadiran teknologi tersebut akan mengubah persepsi masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, ketika waktu pengisian daya sudah mendekati durasi mengisi bahan bakar kendaraan konvensional, salah satu hambatan terbesar adopsi mobil listrik akan hilang.

“Pasti dengan itu mobil EV akan lebih cepat,” katanya.

Meski belum mengungkap jadwal peluncuran secara spesifik, ia memastikan teknologi Flash Charging akan segera hadir di Indonesia.

“Tentunya dalam waktu dekat akan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Hariyadi menilai kombinasi teknologi Dual Mode dan Flash Charging akan menjadi momentum penting dalam mempercepat transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan perjalanan jarak jauh yang semakin nyaman dan waktu pengisian daya yang semakin singkat, ia optimistis minat masyarakat terhadap kendaraan listrik akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan infrastruktur pendukung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru